Serba Serbi Kala Meminang Pelek Tapak Lebar

tips-pelek-ban-tapak-lebar
Makin marak, pemakaian pelek tapak lebar jenis palang balok dan almu buat konsumsi modifikasi harian. Dan estimasi modif ini, sudah seperti menjadi menu wajib bagi pemilik motor jenis sport. Sipnya lagi, estimasi modif yang tak sampai memakan biaya Rp. 2 juta, sudah bisa mendongkrak tampilan. Cuman, dalam pemakaiannya ada yang perlu diperhatikan, sehubungan dengan desain dan tipikal jenis ini. Selain itu, ada yang perlu dikreatif lagi. So, apa saja yang perlu dilakukan??

Mari kita bongkar kasusnya...
Tambahkan bearing as roda
tambah-bearing-as-roda
Bicara pelek tapak lebar model balok, tentu bobot makin berat. Kondisi demikian ini tentu membuat umur bearing as roda depan belakang jadi nggak panjang. Mengingat beban yang diterima juga makin berat. Sehingga, dipastikan peloran atau ball race jadi lebih muda aus.
Sebagai langkah antisipasi, aplikasi dobel bearing. Caranya, mesti membawa ke bengkel bubut. Untuk memperdalam coakan dudukan bearing. Sebagai rumah bearing tambahan sesuai dengan ukuran bearing yang diaplikasi. Untuk bagian depan, dapat memakai 3 dan belakang cangkok sebanyak 4 biji.
Rancang ulang dudukan spatbor
merancang-dudukan-spakbor
Spatbor replika moge sudah pasti menjadi rujukan, ketika mengkonsumsi velg berdimensi besar. Untuk mengatasinya pakai tambahan plat strip dan jadikan sebagai tulang di sisi kanan kiri spatbor dan perkuat dengan baut-mur.
Setelah plat strip terpasang di sisi kanan kiri spatbor, lanjut pasang dudukannya. Dapat memakai lubang dudukan adaptor kaliper atau dudukan custom lainnya. Dan trend baru instalasi pemasangan spatbor, mulai memakai tambahan adaptor yang dirancang mirip segitiga atas dan terpasang di ujung atas bumbung bawah (fork slider).
Sehingga tambahan baut pengikat spatbor dapat dipasang lewat bawah spatbor dan memakai drat adaptor tadi.
Cangkok spidometer
cangkok spedometer
 Untuk gir pinion dapat mengaplikasi yang beredar di pasaran variasi, sedang gigi keronanya dapat mempertahankan orsi bawaan motor. Sedang buat kabel speedometernya misalkan pada bagian ujungnya ada perbedaan antara yang nancap di gir box dan spidometer, silahkan untuk memotong bagian selingnya saja. Jadi disini dibutuhkan dua kabel spidometer yang berbeda, kemudian satukan dengan las.
Instal dobel cakram
double-cakram
 Sudah menjadi menu wajib, kalau otremania yang mengaplikasinya ingin menginstal dobel cakram. Pasalnya pabrikan velg yang biasa bermain di level ini cuman membekali dudukan cakram sebelah atau single disc. Untuk menginstal dobel cakram, tambahkan adaptor sebelah kanan atau kiri yang belum ada dudukan cakramnya.
Tapi, untuk pemakaian ketebalan adaptor tambahan, sesuaikan dengan ketebalan adaptor orsi yang sudah dilengkapi dengan lubang dudukan bautnya. Agar saat dobel cakram dipasang posisinya sebanding dengan cakram orsinya.
Untuk memperkuat kedudukan adaptor cakram tambahkan baut dengan memanfaatkan dudukan pada velg. Jadi mesti dibuatkan drat pada ukuran 10mm atau 12mm, seperti baut yang biasa dipakai mengikat cakram. Jumlah lubang idealnya pakai 4 dan jangan lupa untuk menambahkan nat sebagai tumpuan cakram. Agar putaran dapat dijaga pada kondisi tetap senter di tengah, meskipun terkena efek dekapan kaliper yang spontan.
Mengamankan Ban Tubless
Makin banyak saja tampilan dan desain velg yang menawarkan berbagai kemewahan. Salah satunya merekomendasikan pemakaian ban tubless. Ini bagian nilai jualnya dan dipastikan sukses membius yang mengaplikasikannya, mengingat dari nilai gengsi lebih didapat. Tapi, ingat velg penampang ban ikut jadi lebar. Sehingga, berpeluang mudah kena paku.
Sebagai langkah pencegahan, tambahkan cairan sintetis yang biasa dipasaran. Cairan ini nantinya akan kering ketika kena tekanan angin dan menjadi kulit ari, disisi dalam permukaan ban luar. Sehingga, meskipun tertusuk paku, volume angin yang ada didalam ban luar akan terjaga, untuk kemudian mencari tambal ban spesial tubeles terdekat.
Maintenance ban cara konvensional
Kuncinya cuman di marset dan posisi simetrisnya naple ban dalam dengan lubangnya. Pertama fungsi marset ditujukan untuk mengurangi sengatan panas bodi velg dengan ban dalam. Agar tak berdampak terlalu banyak dalam menaikkan tekanan angin pada ban dalam. Selain itu juga melindungi fisik ban dalam agar tak mudah lecet terkena pelek tapak lebar. Maka desain marset idealnya melapis keseluruhan penampang sisi dalam permukaan velg.
Kedua adalah naple, usahakan tak miring efek ban dalam selip. Biasa disebabkan saat melakukan pengereman extrem, tekanan angin ban kondisinya dibawah angka normal 27Psi - 31 Psi. Sebab kalau dibiarkan akan menyebabkan naple ban dalam putus dan tekanan angin ban dalam berkurang secara spontan.

Berlangganan Majalah Suzuki Gratis:

2 Responses to "Serba Serbi Kala Meminang Pelek Tapak Lebar"

Salam Hormat Kami

SALES MARKETING
ROY

Telp atau SMS
0819-1433-4492
082-13-37-86-056

PIN BB = D54-9C-BEC

pusatsuzuki@yahoo.com

Dealer Suzuki Semarang

close
call center suzuki